Sunday, January 31, 2016

PERLUKAH TERAPI UNTUK ANAK GIFTED

 Oleh : Julia van Tiel

Yang pertama Ortu harus belajar karakter anak gifted.

Anak-anak ini mempunyai pola perkembangan yang berbeda, yang over. Lalu ortu harus menerima kondisi yang berbeda itu. Jangan terus kepingin dibuat normal. Misalnya anaknya sangat sangat nggratil, exploratif dan banyak gerak. Kalau pola tumbuh kembang yang begini dianggap sebagai sesuatu yang aneh dan ortu tidak bisa beradaptasi, maka si anak akan menjadi anak yang bermasalah di mata ortu.
Jangan sedikit-sedikit nyari terapis .... (soal terapi di Indonesia ini gak ada peraturannya, jadi siapa saja pingin dan mau jadi terapis pasang tarif enak, lalu kita keblondrok... hehehe... )

Anak-anak gifted balita pada dasarnya tidak membutuhkan terapi-terapian, ortunya yang butuh ditraining. Mau terapi apa hayo, sebutkan ?
Terapi wicara? Speech delayed itu bukan terapi, tetapi stimulasi. Bedakan antara terapi dan stimulasi. Terapi itu mempunyai program dengan tujuan yang harus dicapai. Diberikan pada anak-anak yang mengalami gangguan, seperti bisu tuli, autisme, afasia, dlsb yang patologis.
Sedang stimulasi kita harus mengikuti perkembangannya dan menstimulasi supaya perkembangannya lebih cepat.

Terapi motorik karena loncat2 terus?
Lha kalau ini jangan malah diterapi tetapi salurkan ke olah raga.

Sosial emosional anak gifted?
Pada balita gifted, orang tuanya yang ditraining, bukan anaknya yang diterapi. Karena masa-masa ini adalah masa perkembangan dengan skala yang sangat besar dan waktunya singkat. Polanya cepat berubah. Kemampuan orang tua diharapkan dengan kesabaran mampu mengendalikan emosinya. Ortu menyerah? Itu justru yang menjadi masalah bagi perkembangan anak...

Perkembangan sensorik ?
Anak gifted mempunyai pola perkembangan sensorik yang over. Bukan juga diterapi, tetapi diajak memahami perkembangannya dan mengajaknya memahami bagaimana sensor bekerja. Disini lebih diarahkan pada prevensi supaya tidak muncul ketidaknyamanan. Misalnya tidak bisa tidur karena telinganya sensitif. Maka si anak diberi hearingphone atau penutup telinga. Pakaian yang halus.
Kapan anak-anak gifted membutuhkan terapi ? Nah... hayo kapan ? Kita diskusikan.

Hayo, jangan terus pada kepingin terapi-terapian ..... ini anak-anak kita memang berbeda pola tumbuh kembangnya... Ortunya mesti belajar karakteristik anak-anaknya. Baca membaca, googling, dan diskusi.... jangan nyerah.

No comments:

Post a Comment