Monday, February 1, 2016

CBCL (Children Behaviour Check list) dan masalah anak gifted.

Oleh Julia Maria van Tiel


CBCL ini biasanya digunakan untuk penapisan apakah perilaku anak yang diperiksa sudah masuk ke dalam kategori patologis hingga membutuhkan intervensi berupa terapi perilaku atau pun terapi obat-obatan.
Banyak anak gifted yang karena maladjustment atau tidak bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan ia mengalami masalah sosial emosional yang menyebabkan prestasinya menjadi rendah.
Begitu masuk klinik neuropediatric atau psikiatri, si anak memerlukan pemantauan perilaku melalui pengisian checklist yang harus diisi oleh pihak sekolah dan kedua orang tuanya atau pengasuhnya (om/tante – kakek/nenek). Pada prinsip seseorang yang sangat mengenal si anak.
Ceklist diperuntukkan bagi balita 18 bulan – 5 tahun, dan anak di atas 5 tahun hingga 18 tahun.


Lembaran-lembaran yang diisi adalah hasil pengamatan guru dan orang tua terhadap anak di dua bulan terakhir. Hal-hal yang diamati tentang bagaimana perilaku anak, hubungan dengan lingkungan sosialnya, dan bagaimana emosinya.

Tujuan dari penggunaan ceklist ini pada dasarnya untuk melihat apakah si anak gifted mempunyai juga masalah-masalah emosi dan perilaku yang memang patologis. Bila didapatkan memang anak memenuhi kriteria perilaku bermasalah dengan menggunakan CBCL ini, kemudian anak akan diperiksa lebih lanjut dengan menggunakan ceklist berikut yang hasilnya akan dirujuk ke buku diagnosa (DSM V) agar didapatkan diagnosanya seperti misalnya attention deficit hyperactive disorder, oppositonal defiant disorder, conduct disorder, childhood depression, separation anxiety, childhood phobia, social phobia, specific phobia.

Dalam artikel yang menarik di bawah ini, adalah sebuah penelitian terhadap anak-anak gifted, baik moderate gifted maupun highly gifted, dan juga anak-anak gifted yang mempunyai asynchronous development yang digambarkan dalam bentuk adanya deskrepansi yang signifikan dalam profil IQ verbal dan performalnya.

Hasilnya menunjukkan walaupun anak-anak ini mempunyai problem perilaku dan sosial emosional yang cukup berat, tapi tidak bisa dirujuk ke salah satu diagnosa psikiatri yang ada di dalam DSM IV-TR. Problem perilaku dan sosial emosional yang ditunjukkan lebih banyak yang ke dalam (misalnya kecemasan, psikosomatik, kesulitan tidur) daripada yang keluar (agresif).

Pada anak-anak gifted yang mempunyai masalah deskrepansi profil inteligensi (misalnya yang terlambat bicara), masalahnya akan lebih parah dari anak-anak gifted yang profilnya harmonis. Hasil penelitian ini juga tidak bisa membuktikan bahwa semakin tinggi IQ anak – semakin bermasalah.
Bila melihat artikel ini maka kita bisa berkesimpulan:
- Untuk menentukan apakah anak kita bermasalah kita memerlukan alat penapis CBCL
- Anak gifted mempunyai risiko besar apabila lingkungan tidak mendukung, risiko itu dalam bentuk
masalah perilaku, sosial emosional, dan prestasi sekolah
- anak gifted dengan asynchronous development mempunyai risiko paling besar.
- Sekalipun anak-anak ini mempunyai masalah perilaku dan sosial emosional, ia belum dapat disebut sebagai Twice Exceptional.

Silahkan cek Disini

No comments:

Post a Comment