Oleh : Julia Maria van Tiel
Anak gifted balita, belum disebut anak gifted, tetapi anak dengan
lompatan perkembangan. Karena hasil tes IQ anak balita belum dapat
dipercaya, hal itu karena ia masih dalam fase perkembangan. Apalagi anak
gifted yang mengalami keterlambatan bicara spesifik (Specific Language
Impairment). Anak gifted terlambat bicara mempunyai profil IQ dengan
deskrepansi yang tajam yaity VIQ rendah dan PIQ tinggi, jadi PIQ bisa
sangat rendah. Ia belum memenuhi syarat disebut sebagai anak gifted.
Sekalipun belum dapat disebut sebagai anak gifted karena belum memenuhi
syarat IQ, namun anak tersebut mempunyai perkembangan dengan pola
alamiah yang khusus yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini karena
anak-anak ini penuh dengan risiko, yang jika salah mengasuhnya dapat
memunculkan berbagai masalah yang membutuhkan intervensi baik terapi
perilaku maupun obat-obatan.
Karena itu anak-anak ini perlu cepat kita deteksi.
Patokan yang bisa kita ambil adalah jika mendapatkan anak kita mempunyai:
- perkembangan dengan skala besar (overexcitabilities development)
- mendahului teman sebaya (adanya lompatan perkembangan)
- sayang tidak sinkron
Perkembangan dengan lompatan yang jauh mendahului teman sebaya biasanya
terasa oleh orang tua saat anak sudah mulai berlari dan fase eksplorasi
– anak banyak gerak, sangat aktif, tidak mengikuti jadwal tidur yang
umum. Bahkan karena ketidak sinkronan perkembangan auditory-visual, anak
mengalami lompatan perkembangan pencanderaan melalui visual tetapi
mengalami gangguan pemrosesan auditory menyebabkan anak terlambat
bicara.
Lima area yang merupakan ciri khas lompatan perkembangan
dengan skala besar yaitu: motorik, sensorik, imajinasi, emosi, dan
inteligensi.
Namun yang terpenting adalah adanya lompatan
perkembangan inteligensi(biasanya antara usia 3 – 4 tahun), yang dapat
kita tangkap adanya lompatan perkembangan:
- kemampuan pandang
ruang tiga dimensional (bisa nampak dari bagaimana anak menggambar,
bermain misalnya lego yang kesemuanya dibuatnya dalam tiga dimensional)
- mempunyai motivasi belajar yang datang dari dalam diri sendiri, BUKAN DIAJARI
- mengenal angka dan huruf
- cepat memahami konsep hubungan, lebih besar, lebih kecil, lebih banyak
- kreatif memecahkan masalah dengan caranya sendiri
- menyukai permainan yang membutuhkan pemecahan masalah, misalnya mazes,
Selanjutnya
berbagai karakteristik lainnya lihat dalam buku Deteksi &
Penanganan anak gifted melalui pola alamiah tumbuh kembangnya,
percetakan Prenada Media.
While experts have differing
opinions on whether to test young children, researchers generally agree
that it is difficult to make accurate IQ determinations at an early age
(under 6). For younger children, alternative measures of giftedness
include characteristic checklists, parent/teacher surveys and
interviews, observations, and portfolios.
Catatan:
jangan salah mendeteksi karena: - tidak semua anak terlambat bicara
adalah anak gifted (Specific language impairment mempunyai IQ normal
hingga tinggi). - Anak dengan overstimulasi bukanlah anak gifted,
karena anak gifted belajar mengikuti motivasi internalnya.
Selanjutnya silahkan cek Disini
No comments:
Post a Comment