Monday, February 1, 2016

ANAK DENGAN LOMPATAN PERKEMBANGAN

Oleh : Julia Maria van Tiel



Anak gifted balita, belum disebut anak gifted, tetapi anak dengan lompatan perkembangan. Karena hasil tes IQ anak balita belum dapat dipercaya, hal itu karena ia masih dalam fase perkembangan. Apalagi anak gifted yang mengalami keterlambatan bicara spesifik (Specific Language Impairment). Anak gifted terlambat bicara mempunyai profil IQ dengan deskrepansi yang tajam yaity VIQ rendah dan PIQ tinggi, jadi PIQ bisa sangat rendah. Ia belum memenuhi syarat disebut sebagai anak gifted.

Sekalipun belum dapat disebut sebagai anak gifted karena belum memenuhi syarat IQ, namun anak tersebut mempunyai perkembangan dengan pola alamiah yang khusus yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini karena anak-anak ini penuh dengan risiko, yang jika salah mengasuhnya dapat memunculkan berbagai masalah yang membutuhkan intervensi baik terapi perilaku maupun obat-obatan.

Karena itu anak-anak ini perlu cepat kita deteksi.
Patokan yang bisa kita ambil adalah jika mendapatkan anak kita mempunyai:
- perkembangan dengan skala besar (overexcitabilities development)
- mendahului teman sebaya (adanya lompatan perkembangan)
- sayang tidak sinkron

Perkembangan dengan lompatan yang jauh mendahului teman sebaya biasanya terasa oleh orang tua saat anak sudah mulai berlari dan fase eksplorasi – anak banyak gerak, sangat aktif, tidak mengikuti jadwal tidur yang umum. Bahkan karena ketidak sinkronan perkembangan auditory-visual, anak mengalami lompatan perkembangan pencanderaan melalui visual tetapi mengalami gangguan pemrosesan auditory menyebabkan anak terlambat bicara.
Lima area yang merupakan ciri khas lompatan perkembangan dengan skala besar yaitu: motorik, sensorik, imajinasi, emosi, dan inteligensi.
Namun yang terpenting adalah adanya lompatan perkembangan inteligensi(biasanya antara usia 3 – 4 tahun), yang dapat kita tangkap adanya lompatan perkembangan:
- kemampuan pandang ruang tiga dimensional (bisa nampak dari bagaimana anak menggambar, bermain misalnya lego yang kesemuanya dibuatnya dalam tiga dimensional)
- mempunyai motivasi belajar yang datang dari dalam diri sendiri, BUKAN DIAJARI
- mengenal angka dan huruf
- cepat memahami konsep hubungan, lebih besar, lebih kecil, lebih banyak
- kreatif memecahkan masalah dengan caranya sendiri
- menyukai permainan yang membutuhkan pemecahan masalah, misalnya mazes,

Selanjutnya berbagai karakteristik lainnya lihat dalam buku Deteksi & Penanganan anak gifted melalui pola alamiah tumbuh kembangnya, percetakan Prenada Media.

While experts have differing opinions on whether to test young children, researchers generally agree that it is difficult to make accurate IQ determinations at an early age (under 6). For younger children, alternative measures of giftedness include characteristic checklists, parent/teacher surveys and interviews, observations, and portfolios.

Catatan: jangan salah mendeteksi karena: - tidak semua anak terlambat bicara adalah anak gifted (Specific language impairment mempunyai IQ normal hingga tinggi). - Anak dengan overstimulasi bukanlah anak gifted, karena anak gifted belajar mengikuti motivasi internalnya.

Selanjutnya silahkan cek Disini

No comments:

Post a Comment