Monday, February 1, 2016

Tentang Sensory Integration Therapy

Oleh : Julia Maria van Tiel

SIT dibutuhkan bagi anak-anak yang mengalami sensory integration disorder. Sensory integration disorder bisa diketahui sebagai masalah adanya gangguan neurologis. Biasanya pada anak-anak yang memang gangguannya karena neurological base seperti autism dan ADHD, ditandai dengan masalah perkembangan senso-motor, seperti gangguan kordinasi dan keseimbangan.

SID juga membicarakan tentang sensitivitas dan reaksi organ sensor, seperti taktil/perabaan, visual, pendengaran, penciuman, citarasa. Akibat dari terganggunya organ sensor maka akan terganggu pula pengintegrasian sensorik dalam wujud motorik.
Sensor terpenting adalah perabaan yang akan memberikan pengalaman rasa sakit, berat, kedalaman, geli, halus, dan sebagainya.

Hingga saat ini memang belum ada literature yang menjelaskan bahwa anak gifted membutuhkan SIT. Karena anak gifted tidak mengalami gangguan neurological, sekalipun anak itu mempunyai masalah sensorik misalnya jijik-jijik dengan apapun, gangguan pemrosesan auditory sampai terlambat bicara, kalau naik sepeda malah masuk got (ini karena belum bisa menimbang seberapa besar tenaga yang harus dikeluarkan bukan karena clumsy). Ditemukan juga anak-anak gifted mengalami gangguan motorik halus, seperti nulisnya susah/tipis dan mudah cape, mengunyah lambat banget, bahkan tukang ngiler.

Sekalipun ada masalah2 sensorik seperti itu anda tak usah cepat-cepat mengatakan bahwa ananda mengalami SID dan membutuhkan SIT. Karena pada anak-anak gifted sudah diketahui ia mengalami overexcitabilities & asynchronous development. Terutama yang mengalami disinkronitas perkembangan, dia bisa jadi apa saja, bisa seperti ADHD, bisa seperti autisme, dan juga seperti mengalami SID yang notabene semua adalah gangguan neurologis (otak). Ini adalah persoalan perkembangan, yang tidak sinkron. Ada yang lompat ada yang tertinggal yang kelak akan disusulnya. Tinggal kita baik-baik menstimulasinya atau jika berlebihan mengajarkan bagaimana sensor bekerja dan ia bisa berdamai dengannya. Misalnya jijik dengan lem, cat air, sayuran, pisang matang....
Bagaimana melihat jika anak kita tidak mengalami gangguan neurologis? Tanya dokter anak anda, biasanya dokter akan melihat apakah ada soft neurological signs yaitu dengan cara memeriksa perkembangan motoriknya.

No comments:

Post a Comment